Menguji Keangkeran Lawang Sewu

13581003371190537847

Akarasa - Benar saja kata orang jika Lawang Sewu memang menyimpan misteri tersendiri. Ini saya buktikan sendiri beberapa pekan yang lalu bersama seorang kawan dan dua anak saya. Pas, ketika kami sampai di lokasi yang bernama lokasi lawang sewu ini selepas maghrib. Setelah membeli tiket masing-masing Rp. 10.000,- dan membayar pemandunya Rp. 30.000,- kami siap diantar berkeliling oleh sang pemandunya.

Awalnya memang saya tidak mepunyai tujuan ke Lawang Sewu ini, disamping pernah sekali ke lokasi ini beberapa bulan yang lalu. Tujuan awal kami adalah ke Masjid Agung Demak dan di Kadilangu di makam Sunan Kalijaga, karena hari masih agak sore, sulung saya ingin tahu lawang sewu. Kapan lagi saya bisa mengajak mereka itu pertimbangan saya. Seperti pada lazimnya, ziarah lebih afdol kalau malam jum’at, konon lebih barokah…

Beranjak dari beranda Lawang Sewu sesaat menjelang pemandu mengantarkan kami berkeliling , hujan tiba-tiba mengguyur sangat lebat. Dan kami tertahan di kanopi sisi kiri yang dekat toilet. Karena pemandu tidak membaawa payung untuk menyeberang mau tidak mau kami harus bersabar menunggu hujan reda. Sialnya lagi, hujan juga enggan reda hingga sejam berlalu.

Ditengah ‘ngiup’ ini sulung saya sempat memberitahukan saya dan disaksikan juga pemandu jika di dalam ruang dekat pintu ada perempuan yang berdiri menyamping persis dibelakang kami duduk-duduk. Demi pertimbangan berbagai hal, sebenarnya saya mau mengajak anak-anak cukup sampai dini saja dan lain kali kalau siang hari saja ke Lawang Sewu kalau ada kesempatan


Rupa-rupanya, anak-anak jaman sekarang suka sekali dengan tantangan. Mereka bersikeras ingin lebih tahu ruang-ruang di Lawang sewu ini. Saya kurang konsentrasi karena dengan penjelasan pemandu karena sibuk mengawasi anak-anak yang selalu lolos dari pemadu, hingga saya sempat marah-marah.

Puas diajak keliling di lantai satu, kami kami diajak ke lantai 2 dan loteng paling atas yang seperti aula. Justru dari sinilah awal saya merasakan sensasi-sensasi energi astral. Sekelebat sosok-sosok bebaju putih dan orang tua berkemben menyambut kehadiran kami.Sejurus kemudian tiba-tiba terdengar seperti ada aktifitas disitu, banyak suara orang, tetapi tidak jelas orang banyak itu bicara apa. Pada saat kejadian ini, hanya saya dan anak bungsuku yang mendengar, pemandu dan sulung saya juga teman saya tak mendengar. Lalu kita semua bersama pemandunya segera turun ke bawah dan meninggalkan ruang paling atas tersebut.


Setelah di lantai bawah, kita semua memasuki ruangan satu persatu karena pemandu mengajak langsung ke loteng dulu mengawali panduannya. Karena sesuai dengan namanya yaitu lawang sewu (bahasa Jawa) yang berarti pintu seribu meski kata pemandu saat saya tanyakan lawangnya tak sampai seribu, kisaran 600-an. Saat memasuki ruangan itu, saya mengikuti anak-anak masuk, pemandu kami sedang menjelaskan sesuatu pada rekan saya diluar. Tiba-tiba, saya dan dua anak saya mendengar suara hii,hii,hii (suara kuntilanak). Saat itu juga saya dan anak-anak segera keluar.

Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya mengajak anak-anak dan rekan untuk menyudahi keliling-keliling di Lawang Enamratus ini. Dan bersiap pada tujuan awal kami berziarah ke Makam Sunan Kalijaga di Kadilagu Demak. Nuwun


0 on: "Menguji Keangkeran Lawang Sewu"