Tata Cara Penarikan Benda Pusaka Dari Alam Gaib

Assalamu’alaikum...terimakasih sudah mampir disini... Penarikan benda pusaka dari alam gaib? Sobat tidak salah dalam menbaca judul.

Meski itu terkesan mustahil, namun itu benar-benar ada. Dalam tulisan saya kali ini, saya akan sedikit mengulas hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan ritual penarikan benda pusaka dari alam gaib. Penarikan benda dari alam gaib tidak dapat dilakukan secara serampangan. 

Meski tidak terlalu sulit, tetap saja ada rambu-rambu yang harus ditaati oleh spiritualis atau orang yang berkepentingan mendapatkan benda-benda dari alam gaib. Semuanya harus pas. Pas tempatnya dan pas ritualnya. Dan sebagai hasil akhirnya adalah benda-benda pusaka yang bisa berwujud sat memasuki dimensi nyata.

Sebelum melakukan perburuan sebaiknya melakukan survey lokasi lewat terawangan atau deteksi dari tanah dimana diduga tersimpan sebuah benda pusaka. Setelah semua pendahuluan itu, barulah dipikirkan rencana matang untuk memulai melakukan eksplorasi atau pengangkatan benda-benda tersebut. 

Namun selain itu masih ada beberapa kaidah atau aturan yang harus dipenuhi. Kondisi badan dan tempat perburuan harus suci. Kalau didalam ruangan, sebaiknya ruangan itu gelap. Jika ditempat terbuka sebaiknya tempat tersebut sepi sehingga saat berdoa atau bermeditasi dapat dilakukan dengan khusuk. Niatkan untuk melakukan kebaikan. Antara hati dan pikiran harus bersih, hindari keinginan yang tak jelas, berandai-andai dan berkhayal. Terutama selama ritual berlangsung. Hal ini karena makhluk gaib juga memantau keseriusan kita dan semua ini untuk menghindarkan gangguan dan permainan dari gaib. 

Untuk mempertebal konsentrasi perbanyak puasa, dzikir, sholat, baca Al-quran maupun meditasi. Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan pemagaran atau proteksi diri secara maksimal wajib dilakukan. Pasrahkan semua yang akan terjadi pada Allah. Semua ini untuk meyakinkan kita bahwa semua pertolongan hanyalah datang dari Allah. 

Saat dilokasi jangan lupa uluk salam atau berkomunikasi dengan penunggu atau penjaga barang tersebut. Komunikasi ini penting untuk mengetahui apa yang jadi permintaan penunggu. Jika permintaannya tidak masuk akal segera batalkan semua prosesi ini. Sudah pasti efeknya jelek. Namun bila yang diminta berupa minyak bisa sejenis za’faron, minyak sulthon, candu, apel jin, hio, atau bunga 7 rupa dan lain-lain perburuan bisa dilanjutkan. 

Setelah itu biasanya akan muncul petunjuk, dapat berupa cahaya dari benda pusaka tersebut. Jangan putus konsentrasi. Setelah berwujud pegang benda tersebut dengan tangan kiri. Jika muncul dari dalam tanah tersebut dan ketika cahayanya hilang benda tidak wujud itu dimungkinkan ambles ke dalam bumi, coba letakkan telapak tangan dengan niat menghisap. 

Meski terlihat sederhana namun butuh pengalaman khusus yang harus dipelajari bertahun-tahun. Insya Allah pada kesempatan yang lain akan saya bedah lebih luas tentang hal ini. Semoga ini menjadi wawasan yang bermanfaat untuk sebelum kita terjun dalam perburuan benda pusaka dari alam gaib...semoga bermanfaat dan matur suwun....

0 on: "Tata Cara Penarikan Benda Pusaka Dari Alam Gaib"