Aneka Batu Permata dan Kayu Bertuah Magis

batu bertuah magis
Akarasa – Pada dasarnya semua benda di dunia ini berenergi. Sebelumnya sudah pernah saya posting. Silahkan baca disini. Adapun sifat dan kelas benda-benda yang berkekuatan magis tergantung kekuatan unsur  medan energi yang mendiaminya, terkadang ada jenis medan energi bisa untuk atraksi dan ada juga yang pasif berfungsi di saat ada bahaya dan di butuhkan saja. Pada kesempatan intermezzo ini saya akan bagikan wawasan tentang aneka batu-batuan dan tips kita untuk memilih batu permata yang sesuai dengan karakter kita. Dan sebagai sisipan saya bagikan juga aneka tanaman yang bertuah magis.

Batu Permata – Mulia. Menurut sejarah awalnya bumi terbuat sebuah gumpalan gas, kemudian mencair lalu  menjadi beku dari luar dan berkulit keras di atas kulit bumi terjadi sesuatu yang hidup mula-mula binatang rendahan 600 juta tahun silam, kemudian muncul tumbuhan lalu binatang menyusui 175 juta tahun silam,  dan akhirnya datanglah manusia setengah juta tahun silam, yang sekarang berkembang biak sampai miliaran jiwa. 

Kulit bumi terdiri dari 20 % dari bahan pasir dan batu-batuan, yang di sebut Batu Permata 90 % berasal dari pasir dan batu-batuan tersebut.  Apabila batu-batu permata di telaah secara ilmiah, bahwa batu permata tidak berbeda dengan tambang aneka warna dari batu ini sangat mempesona manusia sehingga manusia memberi gelar ‘’ Batu Mulia ’’  Asal usul terbentuknya batu-batuan kalau di rujuk dalam bidang ilmu kebumian semua batuan yang kita temui dimuka bumi ini bisa di bagi menjadi tiga kelompok sesuai proses penciptaannya sebagai berikut :

Batu Bekuan  : Yang di maksud batu bekuan adalah batuan yang berasal dan terbentuk dari cariran magma yang meleleh keluar darui perut bumi. kemudian mendingin dan membeku dan mengeras menjadi batu.

Batu Endapan :  Jenis batu ini merupakan endapan dari pertikel-partikel pecahan batu bekuan yang terjadi karena adanya pelapukan yang disebabkan oleh cahaya panas matahari, pengikisan yang di akibatkan oleh hujan dan angin, serta abrasi yang terjadi di dalam aliran sungai maupun karena gempuran gelombang laut dipantai. Partikel-partikel kecil tersebut secara alami akan terlarut dalam aliran air, untuk kemudian menimbun, mengendap dan mengeras di dasar sungai, laut maupun di goa-goa.

Batu Malihan : Adalah jelmaan dari batu-batu bekuan maupun batu endapan yang telah mengalami perubahan secara drastic hingga terbentuk menjadi sejenis batuan yang sama sekali baru dan berbeda dari bahan aslinya.

Bagaimana daya batu permata dan mekanisme kerjanya dalam mempengaruhi si pemakainya? Ini pertanyaan penting, cara kerjanya identik dengan gunung, batu permata dari mineral bebatuan utamanya gunung sebagai kulit bumi dan manusia di ciptakan dari tanah ( bumi ). Batu permata memiliki aura yang tak terlihat dan manusia juga memilki aura tersebut bila dipakai aura batu permata merasuk ke aura orang yang memakainya dan memberi tambahan daya energi untuk kestabilan mental sehingga menjadi lebih mudah tercapainya kondisi tersebut.

Seseorang akan memilih dan memiliki batu tertentu yang di senanginya ada hubungan yang terjalin secara emosional yang berhubungan dengan daya batin. Jika tidak ada hubungan batin antar pemilik batu itu maka kepemilikan itu tidak menghasilkan daya mistik apa-apa melainkan hanya sekedar kesenangan dan koleksi. Karena itu bila kita ingin mendapat manfaat dari kepemilikan batu kita harus tahu persis arti dari lambang, simbol dan warnanya dengan keinginan kita lalu kita berusaha mewujudkan dengan tidak melupakan kekaguman kita pada batu tersebut yang pada hakikatnya ciptaan dan tanda kebesaran Tuhan.

Pembuatan batu permata, awalnya berupa bahan material mentah berupa batu bongkahan yang ditemukan digunung-gunung yaitu muntahan lahar gunung berapi yang membeku selama beratus-ratus tahun, dari bongkahan yang telah di pilih, kemudian dilakukan pemotongan sesuai ukuran yang diinginkan, setelah di lakukan pemotongan baru pemolesan yang di lakukan secara tradisional maupun teknologi mesin dan terakhir di lakukan finishing dengan menggunakan amplas dan bubuk intan.   

Untuk pembuatan batu yang memilki kekuatan mistik tertentu setelah di lakukan pemotongan proses pemolesan atau penghalusan menggunakan bambu yang dilakukan dengan berpuasa kemudian penyelarasan akhir batu itu dibuang kealam ghaib untuk di ambil kembali batu tersebut sesudah berisi medan energi  yang di inginkan.
Pun halnya, pengetahuan tentang kayu bertuah sudah banyak di ketahui sejak zaman dahulu kala oleh para leluhur kita yang di wariskan kepada anak cucu secara turun temurun.Hingga kini masih banyak di antara masyarakat kita yang meyakini bahwa beberapa jenis kayu tertentu memiliki daya, kekuatan gaib. Kayu yang di maksud ada yang berasal dari pohon-pohonan atau kayu bekas dari tempat-tempat yang di keramatkan atau makam leluhur, dapat juga kayu yang di anggap bertuah karena sifatnya yang sangat langka atau memiliki sifat yang khusus yang tidak di miliki oleh kayu lain.

Kayu yang bertuah memiliki jumlah sangat terbatas sekali dan setiap jenis kayu memiliki karakter serat dan sel kayu yang berbeda-beda yang pada akhirnya membuat sifat dari jenis kayu-kayu tersebut. Karena di pengaruhi pula oleh karakter tempat di mana jenis kayu tersebut dapat tumbuh sehingga setiap jenis kayu akan memiliki manfaat, khasiat. Adapun asal-muasal adanya khasiat atau daya kekuatan dari berbagai jenis kayu yang bertuah secara ilmiah ada memiliki beberapa faktor diantaranya :

Karena faktor Usia : Segala macam benda fisik tidak bersifat abadi, melainkan mengalami kerusakan dan kehancuran. benda dan tumbuhan yang ada di planet bumi ini, bersifat menyerap dan memancarkan energi, kelebihan energi akan di simpan dan menyatu dengan batang terutama pada inti batang, pohon yang biasanya berwarna lebih tua dan terletak di lingkaran paling dalam batang pohon. Bagian luar pada kayu bagian kulit terdiri dari sel-sel muda, sementara itu bagian dalam merupakan pemadatan dari sel-sel yang lebih tua.

Karena Faktor Karakter Sel :  Selain faktor usia di sebabkan oleh unsur yang terkandung dalam zat serta sifat-sifat sel pohon. unsur pada zat dan sifat suatu pohon akan menentukan dari mana asal unsur energi yang di serapnya.  Seperti pohon yang banyak menyerap energi tanah, akan menjadikan pohon tersebut dapat berfungsi sebagai penetralisir daya listrik positif, hal yang sama terjadi pada ragam jenis bebatuan alam.

Karena faktor Lokasi :  Pada jenis pohon yang sama, tetapi tumbuh di lokasi yang berbeda akan dapat menentukan pula perbedaan serapan energi. Hal itu menentukan besar kecilnya daya kekuatan kayu walaupun ia masih dalam satu jenis. Berbeda lokasi alam tentu berbeda pula pusaran energinya. Lokasi alam yang lebih besar memancarkan energi memungkinkan untuk menambah besarnya energi yang terserap pohon yang tumbuh di tempat itu.

Karena Faktor Spesifik : Faktor ini lebih sulit di identifikasi karena untuk pembuktian juga jauh lebih sulit, karakter pohon yang banyak menyerap energi alam dan mampu mengikat energi itu dalam waktu yang tidak di ketahui batas waktunya atau relatif permanen. Bahkan pohon yang sudah di tebang pun kayunya masih mampu menyerap energi alam, karakternya hampir menyerupai batu alam hanya bedanya benda ini pernah tumbuh dan hidup dalam waktu yang panjang.

Jadi kayu yang memenuhi keempat faktor di atas, yakni berasal dari pohon yang banyak menyerap energi alam. Yang tumbuh di lokasi alam berenergi besar dan berusia sangat tua, tetapi mampu mengikat energi yang permanen. Akan menjadikan kayu yang berkhasiat dan memiliki tuah magis. Dan derajat tuah kayu sangat tergantung dari tempat tumbuhnya, areal, lokasi  atau lingkungannya dan tata cara pemperolehnya pun dengan berbagai macam cara ritual dalam proses pengambilannya. Selain itu pada kayu tertentu juga di yakini memiliki pengaruh gaib pada pemakainya, kepercayaan pada kayu bertuah tidak hanya terdapat pada bangsa kita, tetapi juga pada bangsa-bangsa lain. Sekian dulu dan semoga tulisan yang saya sarikan dari berbagai sumber ini menambah wawasan kita sekalian. Akhir kata, semoga  bermanfaat.
Maturnuwun….

0 on: "Aneka Batu Permata dan Kayu Bertuah Magis"