Indigo dalam Pandangan Leluhur Masyarakat Jawa

indigo dalam pandangan masyarakat Jawa
Akarasa – selamat datang kerabat akarasa. Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang Indigo, pada kesempatan pagi yang masih gelap ini, kita akan kembali membincang indigo dalam pandangan leluhur masyarakat Jawa. Secara umum, golongan Indigo menurut versi Jawa yang kita bahas ini pada dasarnya sama seperti yang saya tulis sebelumnya. Golongan Indigo menurut versi Masyarakat Jawa asli yang masih menganut golongan sepiritual- kepercayaan religius Jawa/ Mistik Kejawen ini juga menyakini adanya perilaku anak atau orang dewasa yang memiliki kemampuan seperti yang disebut golongan Indigo.
 
Menurut kepercayaan Jawa mereka yang memiliki kemampuan Indigo adalah kebanyakan anak/ orang dewasa yang telah menerima titisan kemampuan dari leluhurnya, mereka tersebut kebanyakan memiliki trah- keturunan dari leluhurnya, diantaranya keturunan dari Golongan kaum brahmana/ ulama, keturunan ningrat/ bangsawan, keturunan ksatria/ orang- orang sakti.

Kemampuan Indigo yang diterima diantaranya adalah mereka memiliki kemampuan sejak lahir yang diterima dari leluhurnya. Yakni berupa kemampuan menerima pesan- berkomunikasi dan berinteraksi dengan roh leluhurnya atau roh orang lainnya yang sederajat dengannya, dapat berinteraksi dengan alam semesta dan memiliki dasar metafisika- kemampuan supranatural.

Karateristik Anak Indigo versi Jawa diantaranya ;
  • Anak Indigo ini dimasa kecilnya dibawah usia 12 tahun kadang kala terlihat sering berbicara sendiri atau berkomunikasi dengan se-seorang namun tak terlihat kasat mata
  • Memiliki kemampuan unik/ aneh yang tidak dimiliki anak seusianya
  • Seolah kadang kala dapat berpikiran seperti Orang dewasa, pendiam atau sebaliknya
  • Kreatif, sulit diatur dan memiliki pandangan yang berbeda akan sesuatu hal
  • Melakukan kemampuan luar biasa dan dapat berinteraksi dengan alam semesta dan masih banyak lagi lainnya, seperti disebutkan Anak indigo secara umum.
Karateristik Dewasa Indigo Versi Jawa diantaranya ;
  • Indigo dewasa lebih mengarah melakukan perjalanan untuk mencari jati dirinya sebagai Manusia, dan mereka lebih mengarah untuk melakukan komunikasi yakni menghadap kepada sang pencipta alam semesta (Tuhan).
  • Menerima banyak menerima pesan dari Leluhurnya untuk meneruskan misi dan visinya, pesan dapat berupa ilmu dan pengetahuan dari leluhurnya maupun pesan dari golongan orang- orang suci terdahulunya, dan kadang kala dapat menerima kemampuan yang bersifat luar biasa dari sang pencipta manusia dan alam semesta Tuhan Y.m.e (Alloh S.w.t) yang khusus diberikan tertentu tidak semua Indigo dapat memilikinya.
  • Melakukan komunikasi/ dapat berinteraksi dengan roh leluhurnya, roh orang- suci, roh orang lainnya dan alam semesta raya untuk tujuan secara Individu maupun untuk misi sebagai manusia
  • Melakukan kemampuan prediksi kejadian masa lampau, dan kadang kala dapat melakukan suatu prediksi masa depan namun biasanya terbatas waktu/ tahun dan tidak selalu hanya tertentu.
  • Mengetahui kejadian yang akan terjadi atau sebelumnya meski hal ini juga terbatas tidak semuanya dapat diungkap dalam bahasanya.
  • Dapat berkomunikasi dengan bangsa astral atau disebut makluk dimensi lainnya yang ada disekitar manusia, bangsa malaikat, bangsa yang bersifat ghaib lainnya tidak kasat mata.
  • Memiliki kemampuan untuk membaca pikiran se-seorang, dan dapat melakukan kemampuan terapi pengobatan pada orang lainnya
  • Mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik, dan tidak mudah menerima hal yang dianggapnya salah bersifat suatu kebohongan biasanya dalam hatinya berontak namun mereka dapat mengendalikan amarah/ emosinya atau sebaliknya.
  • Ucapannya sering terjadi jika mata batinnya yang berbicara
  • Mereka memiliki jiwa yang Kreatif dalam sesuatu hal baru bersifat Inovasi, ber-keinginan untuk perjuangkan misi manusia atau merubah dunia lebih baik
  • Indigo ini sangat menghormati Leluhurnya, memiliki rasa cinta dan hormat kepada Trah atau Nasabnya, suka menjalankan adat- istiadat dari Leluhurnya.
  • Suka ke hal- hal yang bersifat natural/ alami, menyukai budaya dari leluhurnya, misalkan menyukai musik dari masa lampau maupun musik yang bersifat tradisional (Gamelan dllnya)
  • Suka hal- hal yang bersifat supranatural- metafisika
  • Suka melakukan petualangan yang bersifat supranatural- metafisika, mencoba mengungkap kejadian dimasa lampau untuk dipelajarinya sebagai pesan manusia di masa sekarang maupun masa datang
  • Dapat mengajarkan pelajaran atau kemampuan yang bersifat supranatural- metafisika kepada Orang lainnya melalui tahapan religius/ melalui suatu ritual maupun memberikan secara spontan/ langsung, tidak semua Indigo dapat melakukannya hanya tertentu dan lainnya, seperti karateristik yang disebutkan dalam kemampuan Indigo secara umum.
Indigo menurut Versi jawa adalah kemampuan supranatural  seseorang yang telah diterima dari sang pencipta Tuhan YME dalam menerima misi sebagai manusia hidup didunia dan tentu ditandai dengan terbukanya Indra ke-enam (Mata ketiga). Golongan Indigo ini kebanyakan pada prateknya mengarah kepada hal yang bersifat kemanusiaan dan ke-agamaan. Indigo ini dalam masa hidupnya dominan menerima pesan- komunikasi dari roh leluhurnya dan roh- roh orang suci.

Kemampuan Indigo ini kebanyakan diterima mereka yang memiliki trah- keturunan leluhur misalkan leluhurnya memang memiliki kemampuan supranatural- metafisika, golongan kaum ulama/ brahmana, golongan ningrat/ bangsawan dan golongan ksatria/ orang- orang sakti dan ada sebagian Orang biasa yang terpilih Indigo yakni untuk menerima titisan tertentu atau langsung menerima kemampuan dari Tuhan untuk misi manusia.

Tahapan Indigo Dalam Kehidupanya
  • Golongan Indigo ini biasanya melewati beberapa tahapan diantaranya;
  • Tahap I adalah Anak Indigo atau Dewasa yang menerima hal- hal yang diluar akal pikiran Manusia biasa pada umumnya tanpa disadarinya, misalkan mereka mengalami suatu mimpi dibulan depan hari, tanggal, dan waktu yang jelas direkam terjadi suatu kejadian dan tepat sesuai mimpi dibulan depan hal itu benar- benar terjadi dan sering mengalami hal- hal aneh yang dianggap diluar akal pikiran kasat.
  • Tahap II adalah Indigo yang mulai menerima kemampuan yang dimilikinya dan mencoba untuk mengerti atau memahaminya, biasanya tahap ini mereka mulai mencoba melakukan interaksi dengan alam semesta, interaksi ini disebut juga kemampuan daya cipta, supranatural atau metafisika dan kemudian melakukan konsultasi dengan Orang lain untuk menyampaikan hal-hal yang telah diterimanya tersebut, tentu mereka memilih berkonsultasi dengan orang yang dianggap dipercaya dapat memberikan petunjuk dari apa yang telah diterimanya. Dan biasanya mereka kadang juga tidak puas dengan tanggapan orang lain yang dianggap tidak sesuai dengan keinginan atau tidak sesuai dengan kata hatinya
  • Tahap III adalah Indigo yang mencoba mencari Jati dirinya, ingin mengetahui lebih jauh kemampuan apa yang telah diterimanya, kebanyakan mereka banyak melakukan yang bersifat religius, menjalankan olah kebatinan dengan berpuasa atau melakukan petualangan
  • Tahap IV adalah Indigo yang dapat mengetahui kemampuan yang dimilikinya tersebut benar- benar nyata dan dapat mengarahkan kemampuannya untuk kepentingan kemanusiaan atau dirinya sendiri, mereka dapat mengontrol emosi atau amarahnya, dapat mengambil arah yang bersifat positif dan membuang arah yang bersifat negative sehingga apa yang disampaikan dapat berguna bagi dirinya maupun orang lain.
  • Tahap V adalah Super Indigo, kemampuan luar biasa yang dimiliki benar- benar telah sempurna bagi dirinya, bagi kehidupan manusia dan alam semesta. Kebanyakan mereka sudah focus menjalani hidup hanya untuk sang pencipta alam semesta Tuhan YME (Alloh S.w.t) dan hanya sebagian kecil waktunya kadang dapat terbuka untuk kepentingan manusia lainnya yang bersifat penting.
Sementara ini dulu yang bisa saya bagikan, mungkin selanjutnya kalau ada kesempatan yang lebih baik lagi kita akan teruskan penderitaan yang dialami oleh para Indigo ini. kritik dan sarang silahkan kerabat akarasa sampaikan di kolom komentar di bawah ini. Siapa tahu, kerabat sampeyan, anak, atau bahkan sampeyan sendiri yang memiliki ciri-ciri di atas, dan kita bisa berbagi bersama. Nuwun.

8 on: "Indigo dalam Pandangan Leluhur Masyarakat Jawa"
  1. Jadi nambah ilmu nih tentang indigo :)

    BalasHapus
  2. Alangkah bijaknya manusia hidup dalam era modern seperti sekarang ini. Masih ada secerca harapan ( diakuinya manusia-manusia ciptaan Tuhan dengan kemampuan spiritual secara natural ) . Sangat benar bahkan lebih dari kata "Penderitaan hidup yang harus dilalui para " INDIGO ".

    Sangat menderita, dikatakan gila, sesat, pembangkang, bersekutu dengan setan,hingga dibawa ke psekiater, pendiam ( disangka tidak mau bergaul / bersosialisasi ), kesal bahkan marah dengan adanya ketidakadilan.

    Matur suwun penulis. Dengan membaca artikel ini, telah membuktikan, bahwa saya tidak sendiri & dianggap gila.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehh...Klo Anda Ank Indigi Kurang lbih Penderitaan Kita Sma klo Anda Pernah Pergi Ke Psikiater Sya Perna Ke Hyonoterapi Dn Sampai Ke Praktisi Ruqyah Untuk Menghilangkn Energi yg menggangu Yg melekat di Dada Dn sya rsa jika anda jga anda titisan anda pazti merasakan Energinya di Dada.

      Hapus
    2. Sebenarnya Klo anda Merasa menderita Jadi Indigo Solusinya Adlh di Selarasin sma Energinya Leluhur tsb biar Aktifitas/Kehidupn Anda Ngk Terhalang Atau Memng ngk snggup Suruh aja sma Praktisi supranaturl untuk di cabut cman Klo di cabut Efeknya ngk baik Krna Jiwa anda akn terasa kosong Dn Seperti ngk memiliki keingginan..

      Hapus
  3. Sya Jga menerima titisan Leluhur Yg Ada kehidupan sya berantakan dn perasaan Slalu kacau,,,Tetapi stelah ktemu orang yg pham bisa di selarasin sma Energinya Soalnya Kta Praktisinya Klo ngk kuat Bisa Jdi gila, Jadi Teman2 yg hrus di selarasin biar sepaham dngan Roh tsb klo Ngk bisa Bahaya...

    BalasHapus
  4. Kekurangan Dri orang indigo/titisan adlah Merasa 'PALING' Hebat Dn 'PALING tinggi Cman Hal itu ngk bisa di salahin Karena memang Jiwanya/perasaanya Menyatu Dengan Sukma leluhurnya Jadi Otomatis akan mensifati Wadahnya...

    BalasHapus
  5. kalau kita sudah sadar akan menjadi indigo itu merasa berbeda dengan yang lain, dan berusaha menghindar :(

    BalasHapus
  6. Tidak semua indigo selalu menderita..semua kembali kepada diri kita masing2, apabila kita yakin dan percaya bahwa Allah SWT pembimbing dan pengatur manusia dan seisinya serta yakin bahwa Allah tidak mempunyai niat buruk bagi umatnya maka bukan lah tersiksa yg kita alami bahkan kemudahan yg akan kita rasakan selagi kita tetap berada di jalanNya ... Sy sama sprti yg anda tuliskan

    BalasHapus