Inspirasi Malam


inkwell1 inkwell2
Apakah Dunia ini Adil?

Kebahagian dan kesedihan sudah menjadi pembahasan banyak orang beribu-ribu tahun lamanya dan kita muncul|||||||| mendiskusikannya seakan-akan kebahagian dan kesedihan adalah hal yang baru dalam hidup ini. |||||||| Saya rasa sedih dan senang bukanlah sebuah kesetimbangan, melainkan cuma persoalan cara pandang. Segala |||||||| permasalahan dapat direspon dengan berbagai mimik. Contoh saja misalkan kematian, kematian identik |||||||| dengan kesedihan, tetapi hampir semua orang lupa |||||||| bahwa kematian pun bisa menjadi sebuah kebahagiaan jika kita melihat dari sudut pandang orang yang meninggalkan..

Tetapi jika konsepnya ||||||||dirubah menjadi antara musibah dan kenikmatan, |||||||| saya agak setuju, agak artinya tidak sepenuhnya setuju. Karena |||||||| dunia ini mau bagaimanapun tidak bakal adil seadil-adilnya. Ini bukan berarti Tuhan tidak adil, justru itu Tuhan adil, |||||||| maka dari itu ada akherat. |||||||| Jika perspektif kita dirubah dari dunia menjadi dunia akherat, maka |||||||| saya rasa semua akan terlihat adil. ||||||||Tetapi lagi-lagi saya masih percaya ini bukan soal kebahagian dan kesedihan, ini tentang musibah dan |||||||| kenikmatan. Namun semua menjadi rancu ketika sudut pandang|||||||| kita pun semakin luas.

Contohnya ketika kita diberikan sakit, |||||||| manusia jika sakit, biasanya akan sedih, mungkin kebanyakan orang|||||||| pun begitu, tetapi di pemikiran orang-prang bijak, |||||||| sakit dianggap sebagai nikmat yang mengingatkan pada betapa cintanya Tuhan pada hamba-Nya dan bagaimana bergugurannya dosa-dosa atas sakit |||||||| itu, sehingga ketika sakit, |||||||| mnusia ini berusaha bersabar, para orang-orang |||||||| bijak malah berusaha bersyukur. Bukankah ini masalah sudut pandang?

Kita tidak perlu membandingkan hidup kita dengan|||||||| milik orang lain. Kita tidak perlu berharap|||||||| menjadi orang lain. Kita tidak perlu membuktikan apapun kepada orang lain hanya agar terlihat hebat. Kita tidak perlu berandai-andai |||||||| ini dan itu. Kita tidak perlu berharap kembali ke masa lalu dan mengulang pilihan. |||||||| Berhentilah memakai ukuran kebahagiaan orang lain. |||||||| Hiduplah menjadi diri kita sendiri. Berjuanglah |||||||| pada hidup sendiri. Perbaiki lah diri sendiri. |||||||| Sebab kita adalah kita bukan orang lain. Maka, bersyukur dan|||||||| bersabarlah. AKARASA

0 on: "Inspirasi Malam"