Andai Tuhan Itu Seperti Kita!

Akarasa – Assalamu alaikum. Selamat siang kerabat akarasa sekalian. Saya masih ingat sekali obrolan dengan dua orang sahabat beberapa hari yang lalu. Dari obrolan tersebut masih menyisakan beragam pertanyaan, terlebih ini berkaitan dalam gerak hidup kita dalam melakoni jalan takdir. Iya, dalam berkehidupan kita dan siapapun kita tidak akan lepas dari keruwetan ritme hidup. Ini sudah menjadi keseimbangan semesta. Ada kalanya kita perlu ditampar sehingga berhenti sejenak dan mencoba mengerti esensi dari kejadian demi kejadian, pertemuan demi pertemuan, percakapan demi percakapan, dan hal-hal kecil lain yang sering kali kita lupakan.

Masih terpikir dari esensi obrolan tersebut, bagaimana toh sebenarnya doa doa kita itu bisa diwujudkan?

Dalam laku dan gerak kehidupan, lebih seringnya secara tidak sadar kita menyalahkan Tuhan dan mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil, dan biasanya itu terjadi pada saat kita merasa bahwa manakala Petitah Semesta tidak menggabulkan doa doa kita.

Padahal, kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk  berusaha agar Gusti Kang Murbeng Jagad menerima doa doa kita, tidak sedikit yang kita berusaha sekuat tenaga melawan ngantuk untuk bangun tengah malam saat yang lain tidur nyenyak untuk melakukan shalat tahajud.

Terkadang memang rasanya tidak adil pada saat kita berdoa dan sholat bukan hanya yang wajib bahkan sunah juga dikerjakan tetapi tetap saja doa doa kita serasa tidak dikabulkan, kenapa ini bisa terjadi? sedangkan kadang orang yang banyak melakukan tindakan kriminal dan tidak menjalankan sholat bisa kaya raya? bergelimang harta dan rasanya apa yang mereka inginkan selalu terwujud ? sebenarnya apa yang salah dalan tata cara kita dalam berdoa atau sholat ? TIDAK ADA YANG SALAH….

Sekarang coba kita berandai andai jikalau Tuhan seperti kita ?

Kebetulan saya tinggal di Jogja dan saya yakin kerabat akarasa yang kebetulan tinggal di kota yang sama, atau setidaknya pernah mencicipi kuliner di angkringan kawasan Mangkubumi tiba-tiba datanglah seorang Pengamen yang berdandan ala preman atau anak PUNK yang aneh, beranting besar badan penuh tattoo dan bau badannya jauh dari kata wangi… itu dari segi penampilan ditambah lagi atittude yang sangat kasar, bahkan sedikit memaksa, kemudian saat dia melantukan lagu sama sekali tidak enak didengar, dengan kata lain FALS banget… suara gitar kemana suara dia kemana, trus apa yang kita lakukan ???
Kebanyakan, kita dengan cepat memberikan uang pada pengamen itu dengan harapan agar dia cepat cepat pergi dari hadapan kita?

Berbeda jikalau pengamen yang datang adalah pengamen yang wangi bau badannya, senyum ramah selalu menghias dibibir, dan berpenampilan rapi.
ditambah lagi memang suaranya yang enak dan mendayu dayu pokoknya berbanding 180 drajat dengan pengamen yang datang pertama, terus apa pula yang kita lakukan ? Kita kan berlama lama memberikan bayaran pada pengamen tersebut karena ingin menikmati lagu yang sedang dia bawakan….bahkan kadang kita meminta pengamen itu untuk menyanyikan lagu yang sangat kita sukai dan setelah itu apa yang kita lakukan ?

Jikalau pada pengamen yang pertama kita memberikan uang 1000 rupiah karena memang dia atau harga pasaran satu lagu segitu bahkan kurang, lain halnya dengan pengamen yang kedua kita tentu tidak sayang dan tidak merasa keberatan memberi lebih dikarenakan kita merasa puas atau terhibur dengan penmpilan dan suaranya. Apakah kita sayang mengeluarkan uang 5000 -10000 untuk pengamen tersebut ? tentu tidak………

Nah, saya rasa hal yang sama sebenarnya juga pada Gusti Allah, jikalau yang datang dan meminta adalah orang jahat, yang hidupnya bergelimang dosa maka DIA langsung memberikan apa yang orang itu minta, akan tetapi pada saat seorang ahli agama dan orang orang saleh yang berdoa maka DIA akan meminta pada para Malaikat untuk menunda pemberian yang diminta sebab Gusti Allah masih suka mendengar doa doanya dan yang kadang disertai dengan ratapan dan derai airmata…. Akan tetapi yakinlah Bahwa Gusti Allah akan mengganjar lebih dari yang kita minta… maka tunggulah waktu itu dan pada saat dikabulkan ucapkanlah ALHAMDULILLAH….

Demikian sedikit renungan agar bisa memperkuat iman dan meneguhkan hati kita disaat kita sedang terpuruk. Akhir kata sekian dulu dan semoga ada manfaatnya. Wassalam.

Maturnuwun..

0 on: "Andai Tuhan Itu Seperti Kita!"