Perbedaan Dimensi Ruang dan Waktu

Akarasa – Asslamu’alaikum kadang kinasih akarasa. Matur nuwun panjenengan semua masih menyempatkan berkunjung disini. Berbilang pekan saya tidak memposting apapun di akarasa ini. Malam ini, ditengah suasana hujan yang tak kunjung reda dari sebelum senja tadi, saya akan membagikan sedikit pengalaman pribadi yang hingga saat ini saya masih diseliputi teka-teki tentang perbedaan waktu alam kita dan alam gaib.

Waktu di dimensi alam gaib berporos lebih lambat perputaran waktunya dibandingkan waktu dalam dunia manusia. Alam ghaib ada yang berjalan seiring dengan alam nyata (dimensinya sama) ada juga yang berbanding terbalik. Sewaktu saya diajak ke pantai Bulu, Tuban oleh pembimbing spiritual saya dan diajak meraga sukma, setidaknya yang masih saya ingat saya menembus sekitar 7 atau 9 benteng gaib suatu kerajaan disana.

Waktu itu malam hari dan  anehnya begitu tiba saya berada disebuah taman bunga dan keadaannya terang seperti siang hari dan waktu melihat ke atas tidak ada sinar matahari tapi terang. Lalu ada dua wanita cantik yang menghampiri saya berpakaian adat jawa dan mengatakan saya sudah ditunggu. Mereka mengantarkan saya ke dalam istana. Itulah pertama kali saya bertemu ‘sang Ratu’. Waktu begitu kembali ke asal (raga) masih tetap di malam hari (sekitar 2,5 jam).

Saya tidak tahu apakah pengertiannya beda dengan para pejalan spiritual lainnya tapi sepanjang yang saya tahu ketika kita lepas dari sukma kita memasuki dimensi yang berbeda dan tidak terikat waktu yang ada di dunia material. Pernah saya adakan tes kecil dengan melakukan ‘ngerogo sukmo’ dengan jam di sebelah raga saya. Kemudian saya keluar sukma dan naik dimensi, ke alam pertama yang tertembus tentu saja alam ruh  (alam tempat tinggal hantu dan arwah penasaran). Biasa disebut alam terjepit, karena ini alam tetapi berada diantara alam manusia dan alam berikutnya. Saya berpetualang disini cukup lama sekitar satu hari lalu saya balik dan ternyata jam yang semula pukul 1 malam berubah menjadi 6 pagi (selisih sekitar 4-5 jam).

Masih dengan cara yang sama saya lakukan penelitiannya tapi menembus dimensi merkayangan. Saya agak sulit mengukur waktu di merkayangan. Entah kenapa rasanya cepat sekali waktu bergerak disamping memang sinar matahari tidak ada, yang ada langit merah tak jelas. Saya tidak bisa mengukur waktu, kira kira saja saya disana sekitar 4- 5 hari dan begitu balik ke raga ternyata saya hanya pergi sekitar 15 jam. Terlepas dari benar tidaknya sejak saat itu saya meyakini bahwa dimensi merkayangan memang lebih terasa cepat. Beda dengan dimensi ruh yang saya rasa memang lambat.

Kadar entitas pembentuk jin adalah nyala api dan bagi para ahli alchemy (penyempurnaan ilmu kimia) ada yang menyebutkan tentang eter sebagai elemen penyusun jin. Eter adalah sejenis gas yang ringan dan bisa bergerak cepat tanpa menggunakan benda penghantar. Eter bergerak dalam ruang hampa melalui lompatan energi dan kecepatan gerak molekulnya sangat cepat meski masih lebih cepat energi cahaya. Wajar sajalah jika semua yang ada di merkayangan bergerak lebih cepat sehingga perbandingannya dengan di alam ini cukup kontras. Alam materi kita ini lebih lambat.

Alam materi kita ini, yang terdiri oleh materi  terikat oleh massa ruang dan waktu. Kita diberikan 2 tubuh: raga dan sukma; makanya sebetulnyalah kita bisa berada di 2 alam. Sukma memungkinkan adanya penembusan dimensi.

1. Alam Manusia (tidak perlu dibahas)
2.  Alam Ruh

Diantara alam jin dan alam materi ada alam yang ditengah, tak jelas tak beraturan disebut alam ruh gentayangan. Di alam ini banyak makhluk halus dari orang yang sudah mati (pocong..genderuwo. ..tuyul.. .kuntilanak dsb). Mereka hidup tak jelas dan tak punya tujuan gara2 masih terikat dengan tubuh fisiknya di dunia. Tubuh fisik adalah materi yang dalam hal ini maksudnya dosa yang material.

Setan adalah karakter yang hidup berupa energi negatif dan tertanam dalam sifat manusia. Ada satu pendapat, dosa adalah hasil peleburan setan dengan ruh kita yang merupakan wujud dan tingkah laku sehingga itulah yang menjadi cacat dan luka pada sukma seseorang. Cacat inilah yang sangat menyakitkan sehingga menghasilkan dimensi siksa kubur. Beberapa hantu tampak pucat dan menyeramkan akibat siksaan ini.

Lalu kenapa alam ruh bergerak lebih lambat?

Di alam ruh, makhluk-makhluk halus yang tadinya berasal dari orang mati seringkali merasakan beban akibat dosa yang ditanggung di dunia. Akibatnya mereka bergerak dengan sangat lambat dan lebih parah lagi mereka menerima sakit dalam dimensi siksa kubur. Beberapa orang yang moksa atau mati sempurna tentu saja tidak merasakan siksa dimensi kubur sehingga berhak bisa tembus ke dimensi di atas merkayangan bahkan menembus alam malakat!

Saya pernah diajak berkeliling ke tempat berkumpulnya siluman dan juga mahluk halus oleh alm. pembimbing saya. Alamnya memang berwarna merah di sana sini, sepertinya alam itu dikelilingi kabut aura berwarna merah. Ada yang berwarna hitam pekat. Di situ berkumpul mahluk yang sepertinya tidak bersahabat dengan manusia, sehingga di situ akhirnya saya juga bisa mempelajari aura dan sifatnya dalam metafisika.

Di kesempatan lainnya saya pernah perjalanan astral lagi. Saya pergi ke alam yang aneh juga. Langitnya biru keunguan. Karena saya pikir itu alam merkayangan yang sama dengan sebelumnya tetapi makhluk disini tidak jelas. Saya simpulkan ini alamnya jin siluman. Kenapa?

Karena memang ada yang berbentuk seperti manusia biasa, ada yang berkepala harimau, ada yang berkepala anjing, bahkan ada yang berkepala kucing. Mereka menggunakan bahasa pikiran. Ini beda dengan merkayangan dimana masih bisa didengar percakapannya. Anehnya saya melihat adat istiadat yang berbeda, budaya yang berbeda dan jelas saja pakaian yang berbeda. Pakaiannya memang kuno, seperti eropa abad pertengahan dan ada juga yang berpakaian seperti orang jaman arab dahulu.

Akhirnya saya sempatkan bertanya tempat apa ini. Seorang bertudung dengan jubah yang pekat menjawab…” ini alam yang biasanya kamu kunjungi cuma di belahan yang berbeda..”

Karena saya tak begitu paham maka saya berkeliling. Sempat juga ada konfrontasi sedikit dengan siluman yang aneh, tapi pada dasarnya semua yang ada di alam ini takut dengan manusia. Mereka menganggap manusia itu sakti dan kemudian ketika sekembali dari perjalanan saya, saya merenungi hal ini. Di lain waktu saya masuk lagi dan kali ini dengan sengaja, bisa.

Pada perjalanan kedua ini saya ingin tahu apa yang terjadi. Saya bertanya kesana kemari. Mereka pikir saya seorang dukun yang hendak menangkap mereka. Ketika saya tanya apa tujuannya saya menangkap mereka, mereka bilang mereka takut dijadikan budak oleh manusia yang sakti. Saya terus bertanya dimana ini, kenapa suasananya beda dengan alam gaib lainnya?

Mereka bahkan menjawab tidak tahu menahu apa yang saya maksud. Saya lupa nama kotanya apa tapi yang jelas tidak pakai bahasa sini. Saya juga sempat membaca apa yang mereka baca (sebangsa koran) tulisan yang ada di sini juga beda (walau bisa memakai bahasa pikiran). Bahasa simbol tetap digunakan untuk membuat tulisan. Mereka punya toko, kantor dan sekolah sama saja seperti manusia biasa.

Alam di atas alam jin adalah alam dewa dewi. Ada macam ragam dewa dan dewi hidup di alam ini. Alam ghaib yang semula populer dikenal dengan istilah merkayangan ternyata memang sama persis seperti alam sini. Jadi kalau disini ada merkayangan Jawa maka ada merkayangan Eropa, Cina, Afrika, dan sebagainya. Karena tidak ada matahari maka langitnya macam-macam tergantung aura suatu kota dan kerajaanya.

Ternyata peran mereka dalam sejarah manusia luar biasa. Merekalah dewa-dewa yang disembah oleh orang-orang sebelum jaman agama. Bisikan gaib mereka dan pertemuan makhluk-makhluk di merkayangan ini dengan manusialah yang menghasilkan peradaban luar biasa di masa lampau. Kenapa juga penyihir babylon jaman Nabi Musa juga begitu saktinya dan peradaban di Hindustan juga begitu majunya. Semua berasal dari ulah mereka. Mereka semua memakai sistem ketuhanan Universal dengan mengakui dzat yang satu, Tuhan. Di alam sana penganut jalan spiritual tak mempertentangkan adanya perbedaan aliran. Mereka hidup dengan pengertian ketuhanan yang sama. Makanya ada yang menganut Islam, Kristen, Hindu,Budha, Kabbalah, Yahudi, Hermetic, Majusi, dan sebagainya.

Mereka yang di alam ini sering menunjukkan eksistensi melalui cerita-cerita rakyat dan penampakan hingga tercipta legenda dan peradaban. Mereka banyak berpengaruh dalam kehidupan manusia dengan membisikkan afirmasi kepada manusia. Misalnya pernah ada kerajaan gaibnya Medusa di Eropa. Makhluk seperti itu di alam merkayangan Eropa memang ada. Sama saja dengan kerajaan Nyi Blorong di Indonesia . Saya juga banyak melihat hewan-hewan aneh seperti naga barong sai, berbagai macam siluman, kuda terbang, manusia separuh ikan.

Perlu diketahui juga alam disini sebenarnya makhluknya sebagian adalah jin yang sudah kita kenal, tidak seluruhnya dewa tetapi kemampuan merubah wujudnya sangat luar biasa. Bisa dibilang hanyalah kaum jin tingkat tinggi yang bisa menghuni disini. Awalnya saya harap ini semua cuma mimpi tetapi ketika saya lakukan berulang dan berulang saya semakin meyakini ini bukan mimpi. Sementara sekian dulu semoga menjadi bacaan yang menghibur sekaligus menambah wawasan tentang alam semesta ini. Wassalam.
Maturnuwun..

Ayodya, 25112015

18 on: "Perbedaan Dimensi Ruang dan Waktu"
  1. Pengalaman bertambah dari blog ini, terima kasih sobat

    BalasHapus
  2. Membaca tulisan2 Anda, saya serasa berenang di lautan. Makin lama makin dalam dan semakin jauh ujungnya. Saya menyukainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih juga atas kunjungan dan apresiasinya pak..

      Hapus
  3. terus cara medalipun saking alam gaib niku pripun ?
    terus bagaimana cara untuk kembali kealam nyata jika sudah berhasil masuk ke alam gaib? mohon pencerahanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan yang bagus Kang, dan tanpa ada maksud untuk menggurui. masuk ke alam astral secara umum adalah sukma kita saja. kinerjanya adalah pikiran kita saja. sederhananya, saat kita berpikir atau memutuskan untuk keluar pada saat yang sama kita juga keluar. demikian mas. nuwun

      Hapus
  4. sangat menarik mas ...
    Aku percaya ..... namun belum bisa membuktikan ... dan ingin membuktikan sendiri
    Bagaimana caranya ?????

    Salam,

    .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru bisa membalas pertanyaannya pak Thoemiran, jika panjenengan pelaku meditasi hal ini bisa di kolaborasikan pak, semua berpulang pada cakra ajna pintu masuknya. nuwun

      Hapus
  5. Pengetahuan & Pengalaman Luarbiasa Dahsyat. Masuk Akal dan dpt teryakini kebenarannya.
    Thanks unt Karya yg Hebat, bisa menambah Wawasan para Pembaca.
    Klo boleh, Saya minta no HP dan alamatnya unt silaturahim.
    Tq zomach...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas apresiasi dan kunjungannya pak. Insya Allah nanti saya emailkan pak. Saya tinggal di Jogja, tepatnya di kaliurang km6,5 pak. nuwun

      Hapus
  6. punten mau tanya,Bagaimana suasana dan suhu di alam jin ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara umum teduh mas, mudahnya seperti kita diruaangan dengan suhu 19 atau 20 derajat. Makasih kunjungannya mas..

      Hapus
    2. soalnya saya punya pengalaman saya tertidur pulas kemudian meraskan suasana Sunyi dan senyap dan suhu dan suasana yg sangat berbeda dari Kamar yang saya tiduri, apakah itu termasuk alam Ghaib ?
      Terimakasih atas Ilmunya yang sangat Bermanfaat. Semoga kita diberkati oleh Sang Maha Pencipta. Teruskan lagi mas !

      Hapus
    3. Aamiin, doa yang sama buat panjenengan. Sayangnya ceritanya kurang mendetil, tapi kalau situasi Anda ketika itu pada keadaan samara (antara terjaga dan tidur), dalam khasanah pejalan spiritual itu bisa dikatakan melepas sukma (rogo sukmo) spontan. Satu keadaan dimana sukma bertualang ke dimensi astral, sunyi atau hening itu identik dengan alam satu shaf di atas dimensi kita, saya menamakannya alam kejepit, dimensi astral yang paling dekat dengan kita. Biasanya para pemula yang belajar astral projecktion alam inilah yang menjadi wahana penjelajahannya. Jika pertanyaannya adalah apakah alam ghaib, secara umum dapat dikatakan alam gaib yang mas fariz alami dalam kejadian tesebut.
      Nuwun

      Hapus
    4. saya memang belajar Astral projection dan belum pernah sampai situ karena mental saya belum siap saya spontan ingin kembali lagi ke tubuh fisik saya. nuhun jawabanya mas sangat memuaskan

      Hapus
  7. Pengalaman yang bagus mas,. Saya hanya ingin bwrtanya bedanya alam goib sama alam manusia. Jawaban saya tunggu ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat sore mas. Secara umum perbedaannya jelas mas, adapun kehadiran kita pada alam mereka hanyalah sukma semata, bukan fisik. Saya tidak paham seluruhnya suasana alam gaib tersebut, tapi yang jelas teduh mas, seperti mendung, tapi tidak dingin. sejuk lebih tepatnya. Mungkin disana tidak mengenal siang dan malam, Nuwun

      Hapus
  8. Kalau kita sedang berdzikir di tengah hutan trus tiba2 mengalamin peristiwa berada di tpt lain yg tdk seperti alam manusia lantas bertemu dgn makhluk lain, apakah ini bisa disebut sbg peristiwa perjalan di alam lain (sebut saja alam gaib) atau hanya sekedar mimpi mas? Suwun.

    BalasHapus