Kenali 6 Hal Ini Sebelum Memutuskan Membeli Rumah Baru

deteksi energi negatif rumah

Akarasa – Selamat siang kerabat akarasa. Terima kasih sudah berkunjung ke akarasa. Baik, kita langsung ke bahasan yang akan saya bagikan kali ini, yakni deteksi dini energi negatif rumah atau hunian kita. Benar kiranya jika ada ungkapan bijak yang seringkali kita dengar, Rumahku adalah Surgaku. Saya rasa tidak berlebihan memang, pertanyaannya, rumah yang menjadi surga bagi penghuninya dan sehat itu seperti apa?

Nah, pada kesempatan berbagi kali ini saya akan membagikan tips-tips nya dan sedikit mengulas tentang hunian yang baik dan sehat bagi penghuninya, seperti ungkapan bijak di atas, Rumahku adalah Surgaku.

Rumah yang sehat bukanlah rumah yang mewah atau megah. Rumah yang sehat adalah rumah yang senantiasa memiliki aura positif yang baik bagi kesehatan, karier, rejeki, maupun kondisi kejiwaan bagi penghuninya. Tidak sedikit orang yang kurang memahami bahwa kondisi rumah mempunyai andil yang cukup besar mempengaruhi kondisi orang yang menghuninya. Penjelasan paling sederhananya, jika aura negatif rumah lebih besar dari aura negatif penghuninya, maka, kondisi menjadi tidak seimbang dam biasanya banyak kasus yang ditemui rumah tersebut berasa suram yang akhirnya timbul banyak permasalahan bagi penghuninya.

Ada berbagai penyebab yang melatarbelakanginya hingga rumah menjadi suram yang pada akhirnya membuat penghuninya menjadi tidak betah atau nyaman di rumah. 

Yang pertama adalag kondisi tanah yang memiliki partikel unsur besi dan logam. Tanah yang banyak mengandung unsur Elemen logam dan Besi memiliki kandungan zat yang kurang bagus untuk kesehatan maupun kejiwaan. Pasalnya, karena zat energi yang berbentuk partikel-partikel kecil berbaur di udara dan terhirup setiap hari yang pada akhirnya bisa mengganggu pernafasan dan urat syaraf diorgan tubuh. Hawa negatif yg ditimbulkan dari tanah pekarangan seperti ini bisa menerima masukan energi negatif dari luar, seperti penyakit santet ,teluh dan mudah ditempati makhluk halus, karena zat logam memiliki aura warna hitam atau gelap yang sama dimiliki oleh makhluk halus. Lebih mudahnya untuk mengenali tanah seperti ini, biasanya tanah tersebut berada didataran gersang dan tandus.

Yang kedua adalah tanah atau pekarangan rumah yang didominasi oleh kekuatan atau energi negatif yang sangat besar atau orang Jawa sering menyebutnya Tanah Sangar. Tanah seperti ini biasanya tidak jauh dari pemakaman umum, pohon-pohon besar,dan bekasnya sumber mata air yang tertutup atau sumur yg tak terpakai. Tanah inilah yang tak jauh dari mahluk gaib dan sering dibuat tempat tinggal bagi golongan jin, karena kelembahan tanah dan unsur partikelnya menciptakan hawa negatif yang paling disukai oleh mahkluk-mahluk gaib. Selain disukai oleh mahkluk gaib Tanah Sangar kurang bagus untuk rejeki maupun kejiwaan bagi penghuninya.

Selanjutnya yang ketiga adalah Tata letak atau posisi rumah yang rawan membangkitkan energi negatif. Biasanya rumah tersebut berada persis pertigaan jalan atau istilahnya Tusuk Sate, dilihat dari Hongsui, Ilmu Falaq maupun Ilmu Kejawen, memang rumah yang bertepatan dengan tusuk sate sangat kurang bagus, karena arah jalan langsung masuk kearah rumah. Perlu untuk kita ketahu bahwa jalan merupakan arah pergerakan gelombang frekuensi antara energi positif dan negatif. Pendek kata lebih baik rumah menghadap kejalan dari pada jalan yang menghadap kerumah kita. Sedangkan berkaitan dengan rumah yang merujuk dari Tata Letaknya yaitu rumah berjajar tiga atau ruangan kamar berjajar tiga disebut Taliwangke atau Ikatan Kematian. Rumah yang seperti ini biasanya salah satu rumah yang berjajar tiga tidak akan betah menghuni rumahnya, dan yang terpenting rumah harus menghdap kejalan, tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah dari jalan raya. Setelah itu barulah menata letak ruangan sesuai fengsui maupun ilmu kesehatan rumah.

Yang ke empat adalah berkaitan dengan Sejarah Rumah. Sejarah rumah merupakan penting untuk mengetahui rumah tersebut memiliki kesehatan atau tidak. Karena sejarah maupun cerita masa lalu selalu akan membekas pada kondisi rumah tersebut sampai sekarang, misalnya rumah bekas orang bunuh diri, atau rumah-rumah kuno dijaman belanda yang dulu dipaki buat penyiksaan, bekasnya bunker-bunker, hal ini perlu dicermati bagi yang mau beli rumah atau kontrak rumah, karena rumah tersebut jelas kuang efektif untuk dibuat tempat tingggal maupun usaha.


Dan selanjutnya yang keenam adalah rumah yang terkena isolasi oleh gangguan kiriman maupun kekuatan santet, teluh maupun penyakit lainya. Ciri rumah yang terkena gangguan kiriman, biasanya memiliki ciri sebagai berikut;

  • Sering terjadinya konslet pada lampu rumah
  • Sering merasakan bau-bauan yang yang tidak seperti biasanya
  • Serasa panas meskipun memakai sarana AC maupun kipas angin padahal sudah banyak ventilasi udaranya
  • Tingkat rejeki yang menurun drastis, seakan seperti gentong bocor yaitu lebih banyaknya pengeluaran daripada pemasukanya, dan setiap datangnya rejeki selalu diiringi masalah sehingga tidak mampu menyimpan sebagian rejekinya
  • Penyakit yang tidak kunjung sembuh meskipun sudah berobat kemana-mana.



Kemudian yang keenam atau yang terakhir adalah kondisi rumah yang kotor, lembab, kurang fentilasi udara sangatlah riskan untuk terjangkit penyakit yang berasal dari energi negatif. Karena energi negatif masuk melaui pertikel udara, apabila sirkulasi udara tidak stabil maka suhu energi negatif akan menggumpal dan tidak bisa keluar dari rumah. Penangannya adalah sering-sering setiap pagi untuk membuka pintu dan jendela karena udara pagi sangat membantu untuk menetralisir kekuatan energi negatif. Sementara sampai di sini dulu, Insya Allah pada tulisan selanjutnya saya akan bagikan kelanjutan dari tulisan ini tentang cara menetralisir energi negatif tersebut. Akhir kata semoga tulisan singkat ini bermanfaat buat kerabat akarasa sekalian. Jika tulisan ini bermanfaa, penulis akan berterima kasih panjenengan men-share-nya. Nuwun.

0 on: "Kenali 6 Hal Ini Sebelum Memutuskan Membeli Rumah Baru"