Sekilas Tentang Aji Pancasona

amalan aji pancasona
Akarasa – Selamat datang kerabat akarasa. Bagi sebagian besar pandemen ilmu kadigdayaan tentu tidak asing dengan ilmu yang sangat tersohor ini. Iya, Aji Pancasona yang oleh sebagian kalangan ada yang mengatakan ilmu rawe rontek. Aji Pancasona merupakan salah satu ilmu kanuragan tingkat tinggi di pulau Jawa. Dalam berbagai kisah kependekaran, ilmu satu ini dikenal sebagai ilmu hitam yang menimbulkan fenomena yang sangat aneh. Misalkan, bagian tubuh yang putus dapat menyambung kembali.

Konon. siapa saja yang memiliki ilmu ini akan sukar matinya, karena biarpun sudah terpotong tubuhnya, atau tertembak hingga mati, begitu menyentuh bumi akan hidup lagi.
Dalam pewayangan yang mempunyai ajian Pancasona ini adalah Prabu Dasamuka, raja dari Alengka. Orang yang memiliki ilmu ini matinya hanya bisa bila kepala dan tubuhnya dipisahkan dan ditaruh di tempat yang sangat jauh, bila mungkin di pendam di dalam sumur yang sangat dalam. Cukup nggegirisi bukan?

Bisa jadi anggapa yang sudah saya narasikan di atas bisa dokatakan mitos belaka. Namun siapa sangka jejak pemilik dan pewaris ilmu ini masih bisa kita saksikan hingga kini. Kerabat akarasa yang kebetulan tinggal di daerah Blitar dan sekitarnya saya yakin tidaklah asing dengan sosok pewaris ilmu langka ini. iya benar, Eyang Joyodigo. Selengkapnya bisa kerabat akarasa baca di Melawat Ke Makam Gantung.

Karena sukarnya untuk menjalankan laku dalam mendapatkan ilmu ini, maka sangat jarang orang yang masih memiliki ilmu ini. Untuk menghilangkan rasa penasaran dan sebagai tambahan wawasan buat kerabat akarasa, inilah mantra dari Aji Pancasona yang terkenal ini.

"Bismillahirrohmanirrohiim,
Niyat ingsun amatek ajiku Aji Pancasona,
Ana wiyat jroning bumi, Surya murub ing bantala,
Bumi sap pitu, anelahi sabuwana, Rahina tan kena wengi,
Urip tan kenaning pati, Ingsun pangawak jagad,
Mati ora mati, Tlinceng geni tanpa kukus,
Ceng, Cleleng 2x
Kasangga ibu pertiwi, Tangki dewe, urip dewe aning jagad,
Mustika lananging, jaya, Hem, aku si Pancasona,
Ratune nyawa sakalir."

Syarat lakunya:
Puasa sunnah Senin dan Kamis selama 7 bulan. Setelah selesai 3 hari berikutnya dilanjutkan puasa sunnah 40 hari. Malam terakhirnya hari ke 41-nya patigeni sehari semalam (tidak makan, tidak tidur) dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil. Selama puasa setiap selesai sholat fardhu ajian dibaca 21 kali.

Malamnya melakukan sholat sunat hajat, memohon ajian ini. Setelah selesai ajiannya dibaca sebanyak 75 kali. Sebelum mengerjakan sholat sunat hajat diwajibkan mandi keramas yang airnya sudah diberi mantra keramas 21 kali.
Setelah selesai mengerjakan puasa, setiap hari sehabis sholat mantranya dibaca 3 kali jangan sampai terlewatkan.


Demikianlah sekedar gambaran Aji Pancasona. Semoga bisa menambah perbendaharaan wawasan ilmu-ilmu di nusantara. Dan sekali lagi, saya tidak menyarankan untuk mempelajarinya melalui tulisan ini. Nuwun.

0 on: "Sekilas Tentang Aji Pancasona"