Tentang Mitos Ilmu Selak Lombok yang Mengerikan!

mitos selak lombok
Akarasa – Selamat datang kerabat akarasa. Tentang mendapatkan cerita baru dalam sebuah perjalanan, saya adalah satu dari sebagian orang yang percaya. Perjalanan apapun itu, baik perjalanan dalam menjalani hidup dan kehidupannya maupun perjalan-perjalanan yang pernah ia lakukan. Dan yang pasti, setiap orang punya cerita masing-masing. Mulai dari yang menyenangkan, mengharukan, unik, seram, dan lain sebagainya.

Begitupun saya pribadi. Saya punya banyak kisah dan cerita tentang perjalanan yang saya lakukan baik secara sendiri, bersama keluarga, maupun dengan teman dan sahabat. Hidup ini adalah serupa perjalanan, demikian ungkapan adigium yang saya yakin tidak asing di indera dengar kita semua. Senada dari ungkapan barusan, bahwa hidup adalah dinamis seperti halnya sebuah perjalanan yang meski kita rencanakan sesempurna mungkin selalu ada hal yang tidak terduga dalam perjalannya.

Baik, sebelum saya di protes para pelancong sejati, saya harus mengakui jika saya bukanlah seorang dalam kriteria tersebut. Semua tak lebih dari sebuah keberuntungan yang patut di syukuri saja. Semenjak saya berorientasi dalam pekerjaan sebagai tukang gambar dan tukang ngelas Kubah Masjid-lah yang secara tidak langsung menuntun, eeh maksud saya menuntut saya banyak bepergian ke luar daerah. Mulai kota-kota utama Jawa, Aceh, Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan tentu saja kota seribu masjid, NTB juga berkali-kali saya tapaki.

Nama yang terakhir Nusa Tenggara Barat atau lebih tepatnya kota Lombok saya mendapati cerita yang akan saya bagikan pada tulisan ini. Cerita ini sebenarnya tidak sengaja saya dengar dari tukang nasi goreng di depan inapan saya, Hotel Nusantara II di daerah Cakranegara, Mataram. Kemudian belakangan saya tahu kalau ia berasal dari Jawa lebih tepatnya Malang.

Malam itu menjelang larut, masih beruntung nasi gorengnya masih nyisa beberapa porsi lagi. Nah, ditengah dia mengayunkan pusaka andalannya berupa sotil tersebut mas ini masih serius terlibat obrolan dengan salah satu orang langganannya yang rupanya orang pribumi. Pada awalnya saya tidak begitu memperhatikan, namun ketika si bapak yang orang pribumi ini mengaku tidak berani pulang ke rumah, saya penasaran. Hingga saya saya pun terlibat obrolan tersebut, apalagi si mas tukang nasi gorengnya tetangga dewe. Maksudnya sama-sama orang Jawa, jadi cepet nyambung.

Rupa-rupanya yang diobrolkan serius itu adalah fenomena mistis yang masih kental dalam masyarakat Lombok. Bahkan, dalam obrolan tersebut si bapak yang orang pribumi tersebut seperti seorang tersangka yang saya cecar dengan berbagai pertanyaan. Seperti halnya di Bali, di Lombok pun Leak cukup terkenal.

Kata bapak yang orang Sasak tadi, Leak atau Selak adalah sebutan umum untuk setan dalam bahasa Sasak. Menurut penuturannya, Leak itu sebenarnya sebuah kesalahan dalam niat. Orang Lombok jaman dulu masih akrab dalam dunia perdukunan. Versi yang pertama adalah bermula ketika mereka minta syarat untuk kaya atau lancar usaha, mereka ini tentu saja diberikan beberapa syarat oleh sang dukun untuk di penuhi. Kesan yang saya tangkap adalah semacam pesugihan kalau dalam pemahaman orang Jawa. Nah, diantara syarat tersebut yang harus dilakukan adalah dengan mandi kembang di pelataran dengan menggunakan kuali, setelah itulah mereka berubah menjadi Leak atau Selak.

Sambil menyatap nasi goreng yang masih kemebul itu, bapak-bapak tersebut masih melanjutkan tuturannya. Diceritakan pula, jika asal-usul Leak atau Selak Lombok ini adalah sebuah ilmu hitam yang konon hingga saat ini masih ada yang mengamalkannya. Ilmu hitam yang dianut oleh seseorang ini sedikit unik atau lebih tepatnya dikatakan menakutkan. Bagaimana tidak, jika siang hari mereka ini normal seperti manusia biasa, bahkan jika ia adalah muslim juga melakukan shalat seperti pada umumnya. Namun, ketika mereka marah pada seseorang konon mereka ini bisa miber (terbang) dan mengubah wujud yang menyeramkan (saya jadi teringat ketika di Tanjung Selor ada yang cerita tentang Kuyang, hampir mirip-miriplah). Dan Leak yang seperti inilah penyebab si bapak ini tidak berani balik ke rumahnya, lebih memilih besuk paginya.

Cerita yang lebih menarik lagi justru tambahan dari mas tukang nasi goreng ini, ketika awal-awal dia marantau ke Lombok ini, ketika itu dia mangkal tak jauh dari Pemandian Narmada. Ceritanya, ada bakul kambing yang menuntun beberapa kambing melintas di depan warungnya, salah satu kambing tersebut tiba-tiba lepas dari kekangnya kemudian melompat salah satu jalan perkampungan. Ada yang sempat melihat kambing tersebut menjadi manusia dan masuk ke pasar. Disinyalir kambing tersebut adalah Leak.


Ada cerita lagi yang saya dapatkan belakangan, dari sumber yang berbeda. Tepatnya pada salah satu pengurus atau takmir tempat garapan saya selang beberapa hari kemudian. Dari penuturan bapak yang ini katanya ada juga Leak yang menghisap darah orang mati lewat kukunya. Setidaknya hal ini masih ditemui berpuluh tahun silam. Jelasnya listrik belum masuk daerah kampung-kampung di pulau yang eksotis ini. Versi penuturan dari bapak yang satu ini adanya ilmu Leak tidak lekang oleh jaman karena ilmu ini adalah menurun dari pemgamalnya. Setidaknya hingga tujuh turunan. Dan akhirnya kita berada dipenghujung tulisan tulisan ini. Akhir kata, terimakasih telah membaca tulisan ini dan sampai jumpa pada tulisan selanjutnya. Nuwun.

0 on: "Tentang Mitos Ilmu Selak Lombok yang Mengerikan!"