Peluruh Stres dengan Terapi Suara Ngiiiiiing!

meditasi suara ngiing

Akarasa – Selamat datang kerabat akarasa. Dalam olah rasa, saya rasa semua sepakat jika meditasi adalah topik yang tidak ada habisnya untuk di bahas. Lantas, apa toh tujuan meditasi atau dalam istilah kekiniannya komptemplasi itu?

Baik, saya bukan ahli meditasi namun pernah mendalami beberapa aliran yang berkait erat dengan istilah ini. Meditasi secara umum bisa disamakan dengan menekung dalam istilah laku meditasi ala Jawa. Meditasi adalah upaya perenungan atau meresapi alam pikiran terdalam diri kita. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai kesadaran diri untuk mencapai olah spiritual agar tercerahkan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada rumus yang pasti untuk mencapai pikiran terdalam tersebut. Karena ini adalah laku pengalaman rasa, tentu sangat subyektif sekali.

Ya, sekali lagi, mengusahakan rumus yang pasti mengenai laku meditasi ini tidaklah mudah, namun demikian bukan berarti tidak ada, salah satunya adalah berbagi pengalaman. Dari sinilah kita bisa mendapat satu gambaran yang sedikit banyak dapat kita jadikan acuan. Saya ada satu pengalaman, atau mungkin kisanak juga pernah mengalami hal serupa yang akan saya bagikan ini.

Sebelum saya lanjutkan tulisan ini, ada satu pertanyaan yang saya ajukan untuk kisanak semua. Pernah kisanak punya satu pengalaman seorang diri dalam suatu ruangan? Apa yang sampeyan rasakan? Saya rasa jawaban paling umum adalah sepi atau hening. Baik, jika jawaban sampeyan sepi atau hening, satu pertanyaan lagi (takon terus), dalam sepi itu, apa yang kisanak dengarkan?

Umumnya jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan di atas adalah tidak denger apa-apa. Atau barangkali jawaban kisanak mendengar suara detak jam di dinding, betul. Mendengar suara kendaraan di kejauhan, iya toh. Dan bahkan hanya denger suara berisik AC.

Pernah denger suara ngiiing.. ngiiing.. yang panjang ditelinga, saat dalam keheningan. Coba kisanak ingat-ingat. Ini pengalaman saya yang akan saya bagikan kali ini.

Nah, inget kan, kisanak mengalami hal serupa yang saya alami. Suara ngiiing.. ngiiiing itu bila sedang berada dalam keheningan. Ya, dalam keheningan sekjatinya kita mendengar suara. Suara ngiiiiing yang panjang dan berulang. Bergema dari dan keseluruh alam semesta. Suara itulah yang saya maksudkan dengan ‘suara keheningan’. Secara pribadi, suara keheningan tersebut sangat menarik, karena rupa-rupanya suara itu selalu membersamai kita. Dan hanya pada suasana hening saja kita bisa mendengarnya.

Bisa jadi kisanak tidak sependapat, lha wong suara ngiiing saja kok menarik, seperti tidak ada topik yang lebih menarik untuk diperbincangkan. Begini kisanak, saya ada pengalaman tentang suara keheningan ini. Saya ini insomnia sejak puluhan tahun lalu, ternyata dengan terapi ngiiing ini mujarab untuk membuat saya ngantuk.

Suara keheningan, bagi saya merupakan suatu hal yang menarik untuk didengarkan karena beberapa alasan. Pertama karena suara keheningan membantu untuk mempersiapkan diri dan mental kita sebelum tidur. Jika kita merasa sangat lelah, seringkali kita mengalami kesulitan untuk segera tidur. Padahal tubuh fisik kita membutuhkan istirahat. Terlebih jika selain penat fisik, kita juga mengalami kepenatan psikis. Misalnya, memikirkan habis ditegur si bos, habis menghadapi rekan yang njengkelke, bertengkar dengan pasangan, problem keuangan, dsb. Umumnya, kecapean model begini justru kesulitan tidur semakin menjadi-jadi.

Mendengarkan ngiiing (suara keheningan) sebelum tidur, sangat membantu kita untuk mendapatkan ketenangan dan rasa nyaman serta mengurangi kegelisahan. Suara keheningan membantu kita menjadi lebih rileks. Dengan sengaja mendengarkan suara keheningan di tengah kepenatan atau hiruk pikuk kota yang semrawut (misalnya ketika kita sedang berada di taxi saat lalu lintas semrawut), membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa lelah.

Kedua, mendengarkan suara keheningan membantu kita untuk menyadari dan bersyukur bahwa kita memiliki indera dengar yang berfungsi dengan baik. Jarang sekali kita ingat bahwa kita memiliki organ-organ tubuh yang sedang bekerja untuk kita sepanjang hayat.

Nah, salah satu organ itu adalah organ pendengaran. Semua orang tahu bahwa telinga berguna untuk mendengar, namun tidak banyak yang sesekali bersilaturahmi dengan telinga. Merasakan dan menyadari bagaimana telinga bekerja untuk kita. Saat kita mendengarkan suara keheningan, barulah kita sadari ternyata telinga bukan hanya bekerja mendengarkan informasi semata, namun juga di tingkat yang lebih tinggi, mengantarkan ketenangan, rasa kedamaian dan kebahagiaan jiwa.

Ketiga, mendengarkan suara keheningan juga sangat membantu kita dalam melakukan perjalanan hati, perasaan dan pikiran ke dalam diri sendiri atau merefleksi diri sebelum melakukan meditasi. Suara keheningan dengan cepat akan membantu kita untuk fokus dan melakukan koneksi dengan diri sendiri maupun dengan alam semesta.

Keempat, mendengarkan suara keheningan sebelum memanjatkan doa sangat membantu kita untuk mendapatkan kekhusukan doa. Suara keheningan membuat kita menjadi lebih tenang dan fokus. Dan sesungguhnya, para ahli agama dan orang tua kita banyak yang telah mengetahui hal ini. Di sini saya memberikan contoh beberapa hal yang saya rasa kisanak juga tidak asing, karena ini lekat dalam keseharian kita.

Saya bukan ahli bahasa, namun saya tertarik dengan kalimat “mengheningkan cipta” yang sering disebut setiap kali upacara bendera.

Mengapa seringkali ada ajakan untuk kita agar “mengheningkan cipta” saat kita akan berdoa bersama? Sebelumnya saya tidak pernah memikirkan hal ini, namun sekarang setelah lebih sering mendengarkan suara keheningan itu, sedikit demi sedikit saya mulai memahami, mengapa kita disuruh mengheningkan cipta.

Menurut saya, karena orang pertama yang menggunakan istilah ‘mengheningkan cipta’ itu tentu tahu bahwa berdoa akan lebih khusuk jika kita berada dalam keadaan hening. Kita diminta untuk merasakan keheningan saat berdoa, walaupun saat itu kita sedang mengikuti upacara bendera di tengah-tengah lapangan kabupaten yang dikiri - kanannya kendaraan padat berlalu lalang. Lalu kata “hening’ itu sendiri berakhir dengan ‘ing’. Sesuatu yang memang kita dengar saat hening. Ngiiing itu.

Jadi dalam pikiran saya hening sendiri memang merefleksikan suara “iiing” yang panjang dan berulang-ulang itu. Di Bali, kita mengenal hari Nyepi. Hari dimana semua Bali khusunnya umat Hindu melakukan brata penyepian. Tidak melakukan aktifitas pekerjaan sehari-hari, tidak menyalakan api, tidak bepergian dan melakukan puasa. Lalu apa yang bisa dilakukan saat hari Nyepi di Bali? Meditasi.

Bagi umat Hindu Bali, meditasi merupakan aktifitas yang baik dan banyak dilakukan saat hari Nyepi. Mengapa mereka bermeditasi saat hari raya Nyepi? Karena dalam keyakianan umat Hindu Bali, esensi hari Nyepi adalah kembali ke titik nol. Hal ini sangat logis, karena saat yang sepi. Saat yang kosong dan hening. Dari situlah mereka bisa kembali merasakan alam seperti apa adanya. Tanpa listrik dan hiburan. Saat itulah mereka bisa dengan mudah mendengarkan sura “iiing” yang panjang dan berulang ulang, yang membantu mereka lebih mudah melakukan doa dan meditasi.

Kelima, melatih diri untuk selalu mendengarkan suara keheningan dalam waktu yang panjang, juga memberi kita kebahagiaan. Karena kita menjadi lebih merasakan kedamaian dan ketentraman hati. Lebih mampu berterimakasih dan bersyukur. Lebih mudah mengatasi masalah karena lebih tenang dan lebih mampu berpikir dengan lebih jernih untuk memecahkan masalah dan mendapatkan kebahagiaan jiwa kita. Tentu saja masih ada beberapa lagi manfaat lagi, namun lima inilah yang menurut saya cukup mewakili.

Sebelum saya akhiri tulisan ini, bagi kisanak yang ingin mencoba atau kesulitan untuk mendegarkan suara Ngiiing (suara keheningan), berikut ini saya bagikan caranya, siapa tahu bermanfaat untuk sampeyan terapkan.

Saya rasa setiap orang pasti pernah mendengarkan suara keheningan, namun tidak setiap orang ingat atau menyadari bahwa ia sedang mendengarkannya. Suara keheningan sebenarnya bisa kita dengarkan kapan saja dan dimana saja jika kita mau, namun memang lebih mudah terdengar saat kita sedang sendirian dan dalam keadaan sepi. Untuk mendengarkan suara keheningan bagi yang baru ingin memulai cukup mudah. Mula mula yang perlu kita lakukan hanyalah dengan memanfaatkan kesempatan saat kita sedang berada sendirian di dalam suatu ruangan.

Karena jika ada orang lain, sebagai pemula kita akan cenderung berbicara dan mendengarkan orang di sebelah kita dan sulit melakukan fokus. Tutuplah mata kisanak dan berkonsentrasilah hanya pada pendengaran saja. Carilah suara “iiiiiiiiiing” yang panjang dan berulang ulang diantara belantara suara yang terdengar. Serupa dengan suara jangkrik yang banyak namun lemah. Begitu saja. Sederhana. Sementara sampai di sini dulu, selamat pagi dan selamat aktifitas. Nuwun.

0 on: "Peluruh Stres dengan Terapi Suara Ngiiiiiing!"